Bab 15 โ€” Smart Bidding & Machine Learning
โ† Home
๐Ÿง  Bab 15 โ€” Smart Bidding
1 / 5
15.1 Bab 15 ยท Smart Bidding

Manual Bidding vs Smart Bidding (AI)

Waktu Anda terlalu berharga untuk sekadar mengganti harga bid setiap hari. Biarkan Machine Learning jutaan dolar milik Google melakukannya untuk Anda setiap milidetik.

โฑ ~18 menit ๐Ÿ”ด Kritis ๐Ÿ“š 1400+ Kata Setara

Di masa lalu, pengiklan harus mengatur Manual CPC (Misal: menawar kata kunci A seharga Rp 5.000, kata kunci B Rp 7.000). Masalahnya, penawaran manual itu “buta” terhadap ratusan sinyal kontekstual dari si pencari.

Keunggulan Smart Bidding

Smart Bidding adalah lelang otomatis yang disetir oleh AI. Saat lelang terjadi sepersekian detik, AI Google mengevaluasi lebih dari 1.000 sinyal dari si pencari sebelum memutuskan berapa harga tawar Anda:

Device & OS: Apakah dia memakai iPhone terbaru atau HP murah?
Waktu & Lokasi: Apakah dia mencari di jam istirahat kantor dekat stasiun kereta?
Riwayat Browsing: Apakah dia baru saja membaca 5 artikel tentang “Membangun Rumah Idaman” sebelum mengetik “Jasa Arsitek”?

Manusia tidak mungkin memproses data ini secara real-time. Oleh karena itu, kita berikan kunci setirnya ke Google.

1 / 5
15.2 Bab 15 ยท Smart Bidding

Maximize Clicks vs Maximize Conversions

Perang antara strategi mendapatkan trafik murahan vs pembeli betulan.

Strategi Bid Tujuan Mesin Google Kapan Sebaiknya Digunakan?
Maximize Clicks “Berikan sebanyak mungkin Klik dengan budget yang ada.” Mesin akan mencari lelang paling murah di bawah batas bid, tanpa peduli orang itu akan beli atau tidak. Fase Testing (Minggu 1-2). Saat akun masih kosong dari data dan butuh trafik untuk membangun history pencarian.
Maximize Conversions “Carikan orang yang punya pola/kemungkinan besar mengisi form/membeli.” Mesin berani menawar sangat mahal per klik asalkan orang tersebut probabilitas belinya tinggi. Fase Scaling. Setelah website Anda merekam minimal 15 konversi dalam 30 hari. Jika data kurang, algoritma akan “mabuk” dan membuang budget sia-sia.
โš ๏ธ
Fatal Error: Jangan pernah gunakan Maximize Conversions jika Anda TIDAK memasang Conversion Tracking (Bab 10). Mesin tidak akan tahu apa yang disebut “sukses”, sehingga ia akan terus membakar uang secara membabi-buta untuk mencari sesuatu yang tidak terdefinisi.
2 / 5
15.3 Bab 15 ยท Smart Bidding

Naik Kelas ke Target CPA (tCPA)

Memberi perintah seperti bos: “Google, saya mau 1 prospek yang mengisi form dengan harga MAKSIMAL Rp 50.000!”

Target CPA (Cost Per Action) adalah versi lanjutan dari Maximize Conversions. Anda memberikan batas atas biaya akuisisi (CPA) yang Anda sanggup bayar untuk tetap untung.

Bagaimana tCPA Bekerja?

Misalnya tCPA Anda adalah Rp 50.000. Google mungkin akan mendapat konversi pertama seharga Rp 70.000 (rugi sedikit), lalu konversi kedua Rp 30.000 (untung banyak). Pada akhir bulan, Google akan berusaha membuat rata-rata harganya (Average CPA) mendekati angka Rp 50.000 yang Anda minta.

Aturan Main tCPA:
1
Jangan Menjadi Pelit
Jika historis akun Anda menunjukkan CPA biasanya di Rp 80.000, JANGAN tiba-tiba memasang Target CPA Rp 10.000. Iklan Anda akan “mati” (tidak tayang) karena AI Google menyerah dan merasa target Anda mustahil dicapai.
2
Fase Pembelajaran (Learning Phase)
Setiap kali Anda mengganti angka tCPA, Google butuh 3-7 hari untuk menyesuaikan algoritma lelangnya. Jangan sentuh atau ubah bid Anda selama masa pembelajaran ini, biarkan algoritmanya mencari pola.
3 / 5
15.4 Bab 15 ยท Smart Bidding

Bidding Target ROAS (Khusus E-Commerce)

Strategi akhir bagi toko online berskala raksasa. Mesin hanya peduli pada omset akhir, bukan sekadar jumlah klik atau prospek.

ROAS (Return On Ad Spend) adalah kebalikan dari CPA. ROAS diukur dalam persentase pengembalian modal dari budget iklan yang dihabiskan.

ROAS = (Omset Penjualan รท Biaya Iklan) ร— 100%

Jika Anda menghabiskan Rp 1.000.000 untuk iklan dan menghasilkan penjualan Rp 5.000.000, maka ROAS Anda adalah 500%.

Keajaiban Algoritma tROAS

Jika Anda menyetel Target ROAS ke 400%, Google akan mempelajari DataLayer nilai transaksi (Bab 10). Google akan berani menawar klik sangat mahal untuk orang yang menurut historis suka “Borong Barang” atau checkout keranjang dalam jumlah jutaan rupiah, lalu menolak menawar untuk orang yang historisnya hanya beli barang diskonan murah.

๐Ÿ“Œ
Syarat Utama: Strategi ini butuh pelacakan Ecommerce (Value Tracking) dan minimal 15 konversi dengan nilai mata uang (value) dalam 30 hari terakhir.
4 / 5
15.5 Bab 15 ยท Smart Bidding

Portfolio Bid Strategy (Sabuk Pengaman AI)

Smart Bidding seringkali di luar kendali. Di awal masa pembelajaran, AI bisa membakar Rp 100.000 untuk satu kali klik! Kita butuh sabuk pengaman.

Secara default, Maximize Conversions tidak memiliki batas “Max CPC” (Harga klik termahal). Untuk mencegah AI menawar klik dengan harga gila-gilaan, Anda harus menggunakan Portfolio Bid Strategy.

1
Buka Tools & Settings
Arahkan ke Shared Library > Bid Strategies. Buat strategi portofolio baru.
2
Pilih Maximize Conversions (atau Target CPA)
Pilih kampanye mana saja yang ingin digabungkan dalam sabuk pengaman yang sama.
3
Aktifkan “Maximum CPC Bid Limit”
Masukkan angka yang wajar (misalnya Rp 15.000). Dengan ini, betapa pun agresifnya AI Google saat masa pembelajaran, ia TIDAK BOLEH membeli klik lebih mahal dari Rp 15.000.

๐ŸŽ‰ Bab 15 Selesai!

Bidding Anda kini setara dengan analis data Wall Street. Langkah pamungkasnya adalah menyederhanakan ratusan Ad Group menjadi struktur modern ala Google: Hagakure.

Lanjut ke Bab 16 โ†’
5 / 5
Bab 16 โ†’