Manual Bidding vs Smart Bidding (AI)
Waktu Anda terlalu berharga untuk sekadar mengganti harga bid setiap hari. Biarkan Machine Learning jutaan dolar milik Google melakukannya untuk Anda setiap milidetik.
Di masa lalu, pengiklan harus mengatur Manual CPC (Misal: menawar kata kunci A seharga Rp 5.000, kata kunci B Rp 7.000). Masalahnya, penawaran manual itu “buta” terhadap ratusan sinyal kontekstual dari si pencari.
Smart Bidding adalah lelang otomatis yang disetir oleh AI. Saat lelang terjadi sepersekian detik, AI Google mengevaluasi lebih dari 1.000 sinyal dari si pencari sebelum memutuskan berapa harga tawar Anda:
Manusia tidak mungkin memproses data ini secara real-time. Oleh karena itu, kita berikan kunci setirnya ke Google.
Maximize Clicks vs Maximize Conversions
Perang antara strategi mendapatkan trafik murahan vs pembeli betulan.
| Strategi Bid | Tujuan Mesin Google | Kapan Sebaiknya Digunakan? |
|---|---|---|
| Maximize Clicks | “Berikan sebanyak mungkin Klik dengan budget yang ada.” Mesin akan mencari lelang paling murah di bawah batas bid, tanpa peduli orang itu akan beli atau tidak. | Fase Testing (Minggu 1-2). Saat akun masih kosong dari data dan butuh trafik untuk membangun history pencarian. |
| Maximize Conversions | “Carikan orang yang punya pola/kemungkinan besar mengisi form/membeli.” Mesin berani menawar sangat mahal per klik asalkan orang tersebut probabilitas belinya tinggi. | Fase Scaling. Setelah website Anda merekam minimal 15 konversi dalam 30 hari. Jika data kurang, algoritma akan “mabuk” dan membuang budget sia-sia. |
Naik Kelas ke Target CPA (tCPA)
Memberi perintah seperti bos: “Google, saya mau 1 prospek yang mengisi form dengan harga MAKSIMAL Rp 50.000!”
Target CPA (Cost Per Action) adalah versi lanjutan dari Maximize Conversions. Anda memberikan batas atas biaya akuisisi (CPA) yang Anda sanggup bayar untuk tetap untung.
Misalnya tCPA Anda adalah Rp 50.000. Google mungkin akan mendapat konversi pertama seharga Rp 70.000 (rugi sedikit), lalu konversi kedua Rp 30.000 (untung banyak). Pada akhir bulan, Google akan berusaha membuat rata-rata harganya (Average CPA) mendekati angka Rp 50.000 yang Anda minta.
Bidding Target ROAS (Khusus E-Commerce)
Strategi akhir bagi toko online berskala raksasa. Mesin hanya peduli pada omset akhir, bukan sekadar jumlah klik atau prospek.
ROAS (Return On Ad Spend) adalah kebalikan dari CPA. ROAS diukur dalam persentase pengembalian modal dari budget iklan yang dihabiskan.
Jika Anda menghabiskan Rp 1.000.000 untuk iklan dan menghasilkan penjualan Rp 5.000.000, maka ROAS Anda adalah 500%.
Jika Anda menyetel Target ROAS ke 400%, Google akan mempelajari DataLayer nilai transaksi (Bab 10). Google akan berani menawar klik sangat mahal untuk orang yang menurut historis suka “Borong Barang” atau checkout keranjang dalam jumlah jutaan rupiah, lalu menolak menawar untuk orang yang historisnya hanya beli barang diskonan murah.
Portfolio Bid Strategy (Sabuk Pengaman AI)
Smart Bidding seringkali di luar kendali. Di awal masa pembelajaran, AI bisa membakar Rp 100.000 untuk satu kali klik! Kita butuh sabuk pengaman.
Secara default, Maximize Conversions tidak memiliki batas “Max CPC” (Harga klik termahal). Untuk mencegah AI menawar klik dengan harga gila-gilaan, Anda harus menggunakan Portfolio Bid Strategy.